hidayatullahahmad

Mencoba berbagi dengan apa yang telah didapat. Hanya segelintir orang yang ingin mewujudkan Mimpin dan juga Harapan

Pemerintahan Khalifah Utsman bin Affan

Tinggalkan komentar

BAB I

PENDAHULUAN

1.      LATAR BELAKANG

Sejarah peradaban Islam merupakan salah satu bidang kajian studi Islam yang banyak menarik perhatian para peneliti baik dari kalangan Muslim maupun non Muslim. Dengan mempelajari sejarah Islam, kita memungkinkan mengetahui masa-­masa atau zaman kejayaan Islam, sehingga memungkinkan kita untuk bangga dan percaya diri sebagai umat Islam. Demikian pula masa-masa kemunduran Islam dapat kita ketahui, dan kita dapat mengambil pelajaran dan pengalaman agar tidak terulang kembali (al muhafadzah ala qadim ash shalih wal ahdzu bi al jadid al ashlah) serta kita dapat menentukan langkah ke depan demi menemukan jalan alternatif demi kejayaan Islam.

Pada tahun 656 H./1267 M., utsman anak Urtughril lahir. Utsman inilah yang kemudian menjadi nisbat (ikon) kekuasaan khilafah utsmaniyah. Dalam kajian sejarah peradaban islam ada yang membahas tentang pemerintahan di masa utsman bin affan serta budaya-budaya pada waktu itu. Dalam makalah ini kami akan membahas tentang pemerintahan utsman, utsman bin affan merupakan salah satu sahabat yang menjadi Khulafaurrasyidin dan salah satu khalifah yang mencatat sejarah salah satunya dengan membuat Rasm Al-Qur’an yang di sebut Rasm Usmani.

Dengan segala keterbatasan tim penulis, maka dalam makalah ini tidak akan dijabarkan satu persatu secara rinci, tapi akan dibahas inti dari masa khalifah utsman bin affan pada waktu itu.

2. RUMUSAN MASALAH

  1. Bagaimanakah pemerintahan khalifah utsman bin affan?
  2. Budaya-budaya seperti apakah di masa khalifah utsman tersebut?

3. TUJUAN PERMASALAHAN

  1. Agar kita dapat mengetahui bagaimanakah pemerintahan pada masa itu.
  2. Agar kita dapat mengetahui budaya-budaya yang berkembang pada waktu itu.

4. METODE PENELITIAN

Adapun metode yang kami gunakan dalam penelitian ini adalah metode kepus-takaan.

BAB II

PEMBAHASAN

          Dia bernama Utsman bin Affan bin Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdus Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib, Al-Qurasyi Al-Umawi Al-Makki Al-Madani, Abu ‘Amr. Selain dia dikenal dengan Abu ‘Amr dia juga di panggil Abu Abdullah dan Abu laila. Dia dilahirkan pada tahun keenam tahun gajah. Dia termasuk salah seorang yang menerima Islam diawal perjalanan da’wah islam. Dia orang yang diajak Abu Bakar As-Shidiq untuk memeluk islam.[1]

Dia menikah dengan ruqayyah, seorang putri Rasulullah, perkawinannya berlangsung sebelum Muhammad diutus sebagai Rasul.[2]

1. PEMERINTAHAN USMAN BIN AFFAN

Al-Askari berkata dalam kitabnya Al-Awail:

Utsman adalah orang yang pertama kali memberi tanah kepada siapa yang berhak menerimanya. Dia adalah orang yang menjadiakan binatang mendapat perlindungan di lading-ladang. Dia yang pertama kali merendahkan suaranya di saat takbir. Dia yang pertama kali menaburkan bau harum di dalam masjid. Dia yang pertama kali memerintahkan muadzdzin untuk mengumandangkan adzan sebanyak dua kali pada hari jum’at. Dia adalah orang yang pertama kali tertegun dalam mengucapkan khutbah. Dia adalah orang yang pertama kali mendahulukan khutbah hari raya dari pada shalat. Dia adalah orang yang menyerahkan sepenuhnya kepada manusia tentang pengeluaran zakat mereka. Dia adalah orang yang pertama kali menjabat khilafah saat ibunya masih hidup. Dia adalah orang yang pertama kali mengambil orang sebagai pengaman dirinya. Dia juga yang pertama kali membuat batas penghadang imam di dalam masjid karena khawatir hal yang menimpa umar juga akan menimpa dirinya. Demikianlah yang disebutkan oleh Al-Askari.[3]

Utsman bin Affan mengirimkan surat kepada para pegawai Negara di seluruh penjuru, pimpinan kelompok orang-orang yang mengimani shalat, bendahara baitul mal dan seluruh penduduk yang isinya memerintahkanberbuat ma’ruf dan melarangberbuat mungkar serta mendorong mereka untuk menaati Allah dan Rasul-Nyamengikuti sunnah dan meninggalkan perbuatan bid’ah.[4]

Kasus hukum pertama yang beliau hadapi adalah kasus Ubaidillah bin Umar bin Al-Khaththab. Kasusnya Abu Lu’lu’ah, pembunuh Umar, lantas membunuhnya, kemudian ia juga membunuh seorang Nasrani yang bernama Jufainah dengan pedang. Ia juga membunuh Al-Hurmudzan yang berasal dari Tustar. Dikatakan bahwa mereka berdua adalah penghasut Abu Lu’lu’ah untuk membunuh Umar.

Dalam sejarah mengatakan jaman pemerintahan dibagi menjadi dua yaitu 6 tahun masa keemasan atau jaman perluasan ekspansi Islam, dan 6 tahun terakhir merupakan masa pemerintahan yang buruk.[5] Selama paruh pertama pemerintahannya, Usman melanjutkan sukses para pendahulunya, terutama pada perluasan wilayah kekuasaan Islam.[6]

Dalam pemerintahan Khalifah Usman Tergolong sukses pada enam tahun awal dari pemerintannya, namun sesuai dengan cacatan sejarah bahwa enam kedepan banyak terjadi perubahan-perubahann termasuk tuntutan rakyat, dimana adanya Nefotisme ditubuh pemerintahan Usman sangat meresahkan kehidupan rakyat.[7]

Situasi itu benar-benar semakin mencekam, bahkan usaha-usaha yang bertujuan baik dan mempunyai alasan kuat untuk kemaslahatan ummat disalah fahami dan melahirkan perlawanan dari masyarakat. Penulisan Al-Qur’an yang diperkirakan sebagi langkah ayng efektip malah menjadi menambah permasalahan dan bahkan mengundang kecaman, dan juga Usman malah dituduh Tidak punya otoritas untuk menetapkan edisi Al-Qur’an yang dibakukan itu. Rasa tidak puas terhadap Khalifah Usman semakin besar dan menyeluruh.[8] di Kuffah dan Basrah, yang dikuasai oleh Thalhah dan Zubair, rakyat bangkit menentang Gubernur yang diangkat Oleh Khalifah. Selain ketidaksetian rakyat terhadap Abdullah ibnu Sa’ad saudara angkat Khalifah sebagi penggati Gubernur ‘Amr ibn Ash juga karena komplik soal pembagian ganimah.[9]

Ada beberapa hal yang mendasari kenapa hal itu terjadi, yaitu Pada saat pemerintahan Abu Bakar dan Umar para pejabat senior tidak diperbolehkan keluar dari Madinah. Karena mereka adalah sebagai percontohan bagi pejabat junior, namun aturan itu tidak diterapkan lagi oleh Usman. Usman lebih cenderung dan lebih sering berdiskusi dengan pejabat junior yang nota benenya adalah kaum kirabatnya sendiri yang haus akan kekuasaan dan jabatan.[10]

Pergolakan semakin memanas saat itu, Abdullah ibn Saba’seorang Yahudi yang berpura-pura masukl Islam, memotori para sahabatuntuk membuat gerakan-gerakan pembrontakan, sahabat yang terpancing oleh tipu daya muslihat Abdullah ibn Saba’ adalah: Abu Zar al-Ghiffari, Ammar ibn Yasir`dan Abdullah ibn Mas’ud. Sebenarnay Abdullah ibn Saba’ telah cukup lama menantikan moument ini,dimana situasi ini dapat menghancurkanIslam, yang pertama-tama ia mempropaganda barisan pengikut Ali ibn Thalib.

Waktu itu barisan pengikut Ali selalu dimarjinalkan oleh pejabat-pejabat dari pihak Usman, isu-isu yang dilancarkan oleh Abdullah ibn Saba’ baqgaikan gayung bersambut, dan saat itu lahirlah golongan yang disebut denagn “Mazhab Whisayah”, Mazhab ini mempunyai ideologi bahwa Alilah yang berhak menjadi Khalifah dan dia adalah orang yang mendapat wasiat dari NAbi Muhammad SWA. Dan para penganut mazhab ini sangat memuliakan Ali sebagaimana rasul menjulukinya sebagai “Pintu Ilmu”. Paham tersebut sesuai dengan doktrin dan ideologi yang dibawa oleh Abdullah ibn Saba’ dan ia menambahi paham itu dengan paham-paham yang dibawanya dari Persi yaitu paham “Hak Ilahi”, aliran ini berasal dari Persi yang dibawa ke Yaman tempat kelahiran Abdullah ibn Saba’ fase sebelum datangnya Islam. Menurut paham ini Alilah yang berhak sebagai Khalifah tetapi Utsman mengambilnya dengan jalan pemaksaan.

Beranjak dari hasutan-hasutan Abdullahn ibn Saba’, semua isu-isu kotornya sangat tepat sasaran, shingga setiap kebijakan-kebijakan Usman menjadi bumerang baginya, ditambah lagi para kerabatnya yang tidak punya tanggung jawab terhadap rakyat.[11]

Utsman bin Affan terbunuh di rumahnya sendiri pada saat penduduk mesir dan kuffah beranggapan bahwa utsman telah melakukan  nepotisme dan didukungnya golongan yang fanatik terhadap Ali bin Abi Thalib  dan berharap ali yang menjadi kholifah. Anggapan tersebut muncul dari seorang berdarah yahudi yang bernama abdullah bin saba’, hingga akhirnya mereka pergi ke madinah untuk meminta utsaman memecat pejabat yang dianggap menyeleweng atau mengundurkan diri dari kekholifahan, tetapi permitaan itu ditolak oleh utsman.

Penolakan tersebut mengakibatkan konflik yang sangat besar. Mereka mengepung rumah utsman dan menyusup kedalam. Utsman yang saat itu sedang membaca Al-Qur’an dan berpuasa dibunuh oleh Hamron bin Sudan As Syaqy yang kemudian membuka pintu perpecahan antara kaum muslimin.[12]

2. KEBUDAYAAN DI MASA KHALIFAH UTSMAN BIN AFFAN

Dari dimensi sosial budaya, ilmu pengetahuan berkembang dengan baik. Pertumbuhan dan perkembangan ilmu pengetahuan erat kaitannya dengan perluasan wilayah Islam.[13]

Dengan adanya perluasan wilayah, maka banyak para sahabat yang mendatangi wilayah tersebut dengan tujuan mengajarkan agama Islam. Selain itu, adanya pertukaran pemikiran antara penduduk asli dengan para sahabat juga menjadikan ilmu pengetahuan berkembang dengan baik. Dari segi sosial budaya, Utsman juga membangun mahkamah peradilan. Hal ini merupakan sebuah terobosan, karena sebelumnya peradilan dilakukan di mesjid. Utsman juga melakukan penyeragaman bacaan Al Qur’an juga perluasan Mesjid Haram dan Mesjid Nabawi.

Penyeragaman bacaan dilakukan karena pada masa Rasulullah Saw, Beliau memberikan kelonggaran kepada kabilah-kabilah Arab untuk membaca dan menghafalkan Al Qur’an menurut lahjah (dialek)  masing-masing. Seiring bertambahnya wilayah Islam, dan banyaknya bangsa-bangsa yang memeluk agama Islam, pembacaan pun menjadi semakin bervariasi.[14]

BAB III

PENUTUP

KESIMPUALAN

Dia bernama Utsman bin Affan bin Al-‘Ash bin Umayyah bin Abdus Syams bin Abdi Manaf bin Qushay bin Killab bin Murrah bin Ka’ab bin Luay bin Ghalib, Al-Qurasyi Al-Umawi Al-Makki Al-Madani, Abu ‘Amr. Selain dia dikenal dengan Abu ‘Amr dia juga di panggil Abu Abdullah dan Abu laila. Dia dilahirkan pada tahun keenam tahun gajah. Dia termasuk salah seorang yang menerima Islam diawal perjalanan da’wah islam. Dia orang yang diajak Abu Bakar As-Shidiq untuk memeluk islam. Dia menikah dengan ruqayyah, seorang putri Rasulullah, perkawinannya berlangsung sebelum Muhammad diutus sebagai Rasul.

Dalam sejarah mengatakan jaman pemerintahan dibagi menjadi dua yaitu 6 tahun masa keemasan atau jaman perluasan ekspansi Islam, dan 6 tahun terakhir merupakan masa pemerintahan yang buruk. Selama paruh pertama pemerintahannya, Usman melanjutkan sukses para pendahulunya, terutama pada perluasan wilayah kekuasaan Islam.

Dalam pemerintahan Khalifah Usman Tergolong sukses pada enam tahun awal dari pemerintannya, namun sesuai dengan cacatan sejarah bahwa enam kedepan banyak terjadi perubahan-perubahann termasuk tuntutan rakyat, dimana adanya Nefotisme ditubuh pemerintahan Usman sangat meresahkan kehidupan rakyat.

SARAN

Sebelumnya kami penyusun makalah ini mohon ma’af apabila terdapat kesalahan dalam penulisan kata-kata, dan makalah kami pun di sini masih belum sempurna, untuk itu sekiranya apabila di rasa pembaca masih belum cukup bahasan-bahasan di dalam makalah ini di sarankan untuk mencari sumber referensi dari buku-buku atau sumber-sumber yang semacamnya.


[1] As-Suyuti, Tarikh Khulafa, (Jakarta: Pustaka Al-Kautsar, 2010), Hal. 171.

[2] Ibid., Hal. 172.

[3] Ibid., Hal. 191-192.

[4] Al-Hafizh Ibnu Katsir, Perjalanan Hidup Empat Khalifah Rasul Yang Agung, Cet. I, (Jakarta: Darul Haq, 2002), Hal. 446-447.

[5] Hasan Bakti, Dirasah Islamiah, (Medan: Media Persada, 1995). Hal. 6.

[6] Ibid., Hal. 60.

[7] Ibid., Hal. 6.

[8] A.Syalabi. Sejarah Dan Kebudayaan Islam. Cet. 9. (Jakarta: Al-Husna Zikra, 1997), Hal. 277.

[9] Iqbal, Fiqh Siasah, Kontektualisasi Politik Islam, (Jakarta, Gaya Media).

[10] Salaby, Op. Cit., Hal. 274.

[11] Ibid., Hal. 278.

[12] Dudung Abdurrahman, Sejarah Peradaban Islam, (Yogyakarta: Lesfi, 2009), Hal. 48.

[13] Ibid., Hal. 59.

[14] Ibid., Hal. 58.

Penulis: hidayatullahahmad

Sekedar berbagi dengan apa yang telah didapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s