hidayatullahahmad

Mencoba berbagi dengan apa yang telah didapat. Hanya segelintir orang yang ingin mewujudkan Mimpin dan juga Harapan

Bab ZAT ADIKTIF dan PISIKOTROPIKA SMP

Tinggalkan komentar

Bab ZAT ADIKTIF dan PISIKOTROPIKA SMP

  1. Pengertian
  • Zat adiktif adalah zat yang dapat mengakibatkan ketergantungan (adiksi) dalam arti lain adalah zat yang dapat menyebabkan kecanduan. Contoh: alcohol, nikotin (rokok),ganja,  opium, sabu-sabu, putau, morfin dll.
  • Kecanduan merupakan suatu keadaan fisik maupun pisikologis (kejiwaan) seseorang  yang mengakibat kan badan dan jiwanya selalu memerlukan obat tersebut untuk dapat berfungsi secara normal.
  • Ketergantungan dapat berupa

Ketergantungan Fisik

Ditandai oleh gejala toleransi dan pemantangan (putus asa)

-Toleransi adalah menurunnya khasiat obat setelah pemakaian yang berulang –ulang

-Gejala putus asa adalah suatu keadaan yang sangat menyiksa, baik secara isik maupunorang pecandu berbuat nekat (bunuh diri).

Ketergantungan Psikologis

Ditandai oleh keinginan yang komplusif untuk memakai obat.

  1. Pengelompokan Zat Adiktif

-Zat adiktif diperoleh dari berbagai jenis tumbuhan yaitu ganja  (cannabis sativa), opium (papaver somniverum), kokain (erytroxylum coca). Keseluruhan zat adiktif ini  disebut narkoba (Narkotika dan obat terlarang) atau NAPZA (Narkotika, Psikotropika, Zat Adiktif lainya).

-Tergolong narkotika adalah OPIOIDA (Opium, Morfin, Heroin), ganja dan kokain.

-Tergolong psikotrapika adalah obat atau zat yang tidak tergolong narkotika dan alkohol (minuman keras) tetapi memiliki khasiat seperti narkotika dan alcohol. Contoh: amfetamin dan barbiturate.

– Tergolong zat adiktif lainya adalah rokok, jenis inhalansia (tiner, bensin dan lem).

EFEK YANG DITIMBULKAN NAPZA

Stimulan

Adalah zat yang merangsang system saraf pusat, sehingga mempercepat proses-proses yang terjadi didalam tubuh seperti meningkatnya detak jantung, pernafasan dan tekanan darah.

Depresan

Depresan menghasilkan aksi yang berkebalikan dengan stimulant. Depresan menurunkan kesadaran terhadap dunia luar dan berefek menidurkan.cdepresan memperlambat proses tubuh dan otak seperti menurunkan tekanan darah,suhu tubuh, detak jantung dan kontraksi otot.

Halusinogen

Adalah zat yang dapat memepengaruhi system syaraf dan menyebabkan halusinasi (khayalan). Contohnya  adalah LASA (Lyser gic Acid Amide) dan LSD (Lyser gic Acid Diethylamide).

BERIKUT ADALAH JENIS-JENIS ZAT ADIKTIF DAN DAMPAKNYA

Minuman Keras

–          Minuman keras meliiputi seluruh jenis minuman yang mengandung alcohol (nama kimianya etanol). Alcohol dapat dibuat melalui proses fermentasi (peragian) berbagai jenis bahan ang mengandung gula, misalnya buah-buahan (anggur dan apel), biji-bijian (beras dan gandum), umbi-umbian (singkong) dan madu. Melalui proses fermentasi dapat diperoleh alcohol dengan kadar  14%. Alcohol dengan kadar yang lebih tinggi dapat diperoleh melalui penyulingan. Selain proses fermentasi, alcohol juga dapat dibuat dari etana, suatu produk dari minyak bumi.

–          Minuman Keras dibagi kedalam tiga golongan berdasarkan kadar alcohol didalamnya:

a)      Golongan A                                : kadar alcohol 1 – 5% misanya Bir

b)      Golongan B                 :kadar alcohol 5 – 20% misalnya Anggur

c)       Golongan C                 :kadar alcohol 20 – 45% misalnya wiskey dan vodka

Pengaruh Minuman Keras Terhadap Peminum

–          Dalam jumlah sedikit

Mula-mula alcohol akan menekan pusat pengendalian diri. Oleh karena itu rasa malu peminim minuman keras akan berkurang, sehingga peminum lebih berani bicara, merasa santai, dan tidak merasakan kecemasan.

–          Dalam jumlah yang lebih banyak

Peminum akan sempoyongan, berbicara pelo, dan kemampuan menilai sesuatu akan berkurang untuk sementara waktu.

–          Dalam jumlah yang lebih banyak lagi

Dapat menyebabkan koma, bahkan kematian. Ada juga juga orang yang peka terhadap minuman keras. Dalam jumlah sedikit saja  akan menyebabkan perubahan tingkah laku nyata, yaitu manjadi agresif dan cenderung melawan orang lain.

–          Jika dikonsumsi dalam jangka waktu panjang

Alcohol dapat menyebabkan ketergantungan jika orang mengalami ketergantungan ini pada suatu saat menghentikan kebiasaannya minum minuman keras, akan timbul berbagai gangguan fisik maupun psikis misalnya tangan, lidah, dan kelopak mata bergetar, mual, lesu, mudah teringgung, penurunan kasadaran yang akut  (delinum), kehilangan daya ingat (amnesia) dan melihat atau mendengar sesuatu yang tidak ada (halusinasi).

–          Kebiasaan minum minuman keras dalam jumlah banyak dan dalam jangka waktu panjang

Dapat menimbulkan kerusakan pada hati (kanker hati), otak, jantung, pankreas, lambung, impotensi, dan pembesaran payudara pada pria. Kerusakan permanen pada otak dapat menyebabkan gengguan daya ingat, gangguan kemampuan belajar, dan tentunya gangguan jiwa.

–          Pada wanita hamil

–          Menunjukan adanya indikasi gangguan pada bayi yang dilahirkan, termasuk diantaranya adalah kepala (otak) lebih kecil, jari-jari tangan dan kaki tidak lengkap, keterbelakangan mental, hiperaktif, dan problem tingkah laku lainnya.

–          Dampak social

Meningkatnya kejahatan, umunya setelah minum minuman keras.

ROKOK

–          Dibuat dari daun tembakau (nicotiana tobacum) mengandung suatu senyawa psikoaktif (zat yang dapat mempengaruhi mental, emosi, dan tingkahlaku orang yang memakainya) yang disebut nikotin.

–          Kadar nikotin dalam tembakau berkisar antara 1% – 4%. Jadi, dalam satu batang rokok terdapat sekitar 1,1 mg. selain nikotin, tembakau mengandung zat-zat organik lain dan berbagai bahan tambahan (zat adiktif).

–          Pada waktu rokok dihisap, tersedot pula hasil pembakaran berupa karbon dioksida (CO2), karbon monoksida (CO), PAH, tar, dinitrigen oksida (N2O), ammonia dan berbagai jenis zat lain yang jumlah zat-zat ini tidak kurang dari 4000 macam senyawa.

Efek Negatif dari Beberapa Zat Kimia yang Berasal dari Rokok

-Karbon Monoksida

Merupakan gas yang sangat beracun, mudah erikat pada hemoglobin, sehingga mengurangi kemampuan darah mengikat oksige. Hal itu akan menyebabkan jantung bekerja leebih keras. Keracunan karbon monoksida dapat menyebabkan kematian.

-PAH

Merupakan zat penyebab kanker.

-TAR dan Resin

Merupakan suatu cairan kental berwarna kuning coklat. Tar dan resin juga dapat mengiritasi sitem pernapasan, sehingga menjadi sulit bernapas. Keduanya dapat menumpuk dan dapat menggangu kerja paru-paru. Sekitar 30 jenis senyawa yang terdapat dalam tar diduga dapat menyebabkan kanker.

-Nikotin

Zat bersifat racun dan dapat menyebabkan adiksi. Nikotin merupakan stimulan susunan saraf pusat. Dosis fatal nikotin pada manusia adalah 60 mg.

–          Peroko pemula dapat mengalami keracunan nikotin. Gejala keracunan nikotin ditandai dengan mual, muntah, nyeri kepala, keringat dingin, tak mampu memusatkan pikiran, kesadaran berkurang dan den ut nadi bertambah cepat. Pada pemakaian rokok yang lama dapat menyebabkan ketergantungan fisik. Gejala pemantangan rokok berupa denyut jantung bertambah cepat, gemetar pada tangan, suhu tubuh nik, dorongan yang kuat untuk merokok lagi, mudah marah, tekanan darah menurun, terasa ada kedutan pada otot, nyeri kepala, dan kehilangan selera makan. Banyaknya gejala pemantangan itulah yang menyebabkan seseorang perokok berat, susah berhenti merokok.

–          Asap rokok tidak hanya berbahaya bagi perokok aktif. Asap rokok juga berbahya bagi orang disekitarnya yang secara tidak sengaja ikut menghisap , yang disebut sebagai perokok pasif. Resiko yang dihadapi oleh peroko pasif sama dengan perokok aktif.

NARKOTIKA

-Opioida

Adalah nama golongan zat yang memiliki khasiat mirip morfin. Dalam bidang kedokteran, zat ini dimanfaatkan terutama analgesic (penghilang rasa nyeri).

Opioida dibagi kedalam tiga golongan yaitu:

–          Opioda Alami, misalnya opium, morfin, kodein, dan tebain.

–          Opioda Semisintetis, yaitu opioda yang diperoleh dari bahan alami dengan sedikit perubahan kimia, misalnya heroin, dan oksikodon.

–          Opioda Sintetis, misalnya meperidin, propoksifen, dan levorvanol.

Opioda berkhasiat menekan pernapasan, menghilangkan rasa nyeri, hipnotik (menidurkan), dan euforik (menimbulkan rasa gembira). Pemakaian opioda yang berulang kali dapat menyebabkan ketergantungan.

Opioda alami berasal dari getah yang keluar dari buah papaver  somniverum yang belum masak. Getah ini disebut opiam. Didalam opium terkandung morfin, kodein, dan tebain.

Morfin merupakan analgesik kuat, tidak berbau, rasanya pahit, berupa Kristal putih yang lambat laun berubah menjadi kecoklat-coklatan, morfin menekan pusat pernafasan. Kematian akibat  kelebihan dosis (OD = overdosis) morfin pada umumnya disebabkan oleh sifatnya yang dapat  menghambat pernafasan. Selain itu, morfin dapat menyebabkan sembelit, mengganggu siklus menstruasi, impotensi, dan berbagai macam efek lainnnya.

Kodein merupakan analgesik  lemah. Kekuatannya sekitar 1/12 dari morfin. Oleh karena itu kodein tidak digunakan sebagai analgesik, tetapi sebagai antibatuk yang kuat.

Heroin merupakan opioda semisintetis yang banyak disalahgunakan. Kemampuannya untuk menghilangkan rasa sakit jauh lebih kuat daripada morfin, tetapi tidakdigunakan dalam kedokteran karena sangat mudah menimbulkan adiksi. Heroin murni berupa serbuk putih dan rasanya pahit. Dipasar gelap, warnanya bermacam-macam karena dicampur dengan bahan lain seperti kakao (bubuk coklat), gula merah, gula tepung dan susu bubuk. Biasanya, kadarnya hanya sekitar 2 – 4%. Khasiat heroin sama dengan morfin. Putaw juga mengandung heroin.

Ganja

Ganja atau mariyuana diperoleh dari tanaman cannabis sativa atau cannabis indica. Ganja mengandung zat psikoaktif. Kadar tertinggi zat psikoaktif yang terdapat pada spesies tanaman ini dapat mencapai 5%. Akhir-akhir ini dengan cara penanaman tertentu bisa didapat zat psikoaktif dengan kadar 10%.

Dari ganja diperoleh hashish, yaitu getah tanaman ganja yang dikeringkan dan dibentuk menjadi lempengan atau bola. Kadar zat psikoaktif dalam hashish mencapai 15-30%.

Kokain

Kokain berasal dari tanaman koka (erythroxylum coca) yang tumbuh diBolivia dan Peru pada lereng-lereng pegunungan Andes, Amerika Selatan. Kokain diisolasi dari daun koka berupa Kristal berwarna putih. Kokain yang sering disalahgunakan biasanya dicampur dengan zat lain seperti gula. Penyalahgunaan dapat melalui berbagai cara seperti ditelan, disedot melalui hidung, disuntikan atau dirokok.

Intoksikasi (keracunan) kokain ditandai oleh cuphoria, meningkatnya rasa percaya diri, banyak bicara, hilangnya rasa lelah, meningkatnya kekuatan fisik, dan berkurangnya kebutuhan akan tidur. Pada keadaan kelebihan dosis, timbul eksitasi, kesadaran berkurang, pernafasan tak teratur, tremor, pupil melebar, nadi bertambah cepat, tekanan darah naik, rasa cemas, dan ketakutan. Kematian biasanya disebabkan karena pernafasan berhenti.

Kadar kokain dalam darah sama untuk cara pemakaian apapun. Kadar tertinggi dicapai setelah 5-30 menit dan hilang setelah 2 jam. Sebagian kecil kokain dikeluarkan melalui urin tanpa mengalami perubahan. Toleransi merupakan masalah penting pada pengguna kokain. Kokain dimetabolisasi secara cepat oleh hati, sehingga toleransi cepat terjadi.

SEDATIVA dan HIPNOTIKA  (Penenang dan penidur)

Sedative dan Hipnotika adalah golongan zat yang dapat member efek menenangkan dan kantuk (depresan) contohnya yaitu asam barbiturate dan benzodiazeptin.

–          Asam Barbiturat

Asam barbiturat  tergolong depresan susunan saraf pusat. Asam barbiturate dalam dosis kecil memberikan efek menenangkan, sedangkan dalam dosis besar dapat menyebabkan tidur. Pada dosis yang tinggi selalu memberikan efek menenangkan, asam barbiturat dapat menghambat pernafasan, menyebabkan koma, bahkan kematian.assam barbiturat banyak disalahgunakan dengan nama pil koplo.

Intoksikasi asam barbiturat ditandai dengan pernafasan yang lambatdan dangkal, nadi cepat dan lemah, tekanan darah menurun, kulit berkeringat, gerakan serba melamban, bicara pelo, jalan sempoyongan, arefleksi, sulit berfikir, daya ingat terganggu, daya penilaian terhadap sesuatu kacau, tertawa termehek-mehek, emosi labil, bersikap bermusuhan, mudah bertengkar, kebiasaan hidup menjadi tidak teratur, kecenderungan bunuh diri, dan berbagai hal lain yang tidak menguntungkan. Pemakai asam barbiturat yang lama menimbulkan toleransi dan ketergantungan.

–          Benzodiazepia

–          Benzodiazepia digunakan dalam kedokteran untuk berbagai tujuan, diantaranya untuk mengatasi ansietas (rasa cemas), ketergantungan dan untuk menimbulkan efek sedasi. Penggunaan Benzodiazepia yang lama dapat menimbulkan toleransi, ketergantungan fisik dan gejala putus asa. Zat Benzodiazepia yang sering disalahgunakan adalah nitrazapam (dumolid, magadon) dan diazepam ( valium dan pil BK).

AMFETAMIN

Amfetamin adalah stimulant susunan saraf pusat seperti kokain, kafein dan nikotin. Amfetamin juga digunakan dalam bidang kedokteran tetapi banyak juga yang disalah gunakan. Amfetamin juga dikenal dengan nama speed, uppers, whiz atau sulfat. Festacy juga mengandung amfetamin. Sabu-sabu (SS) mengandung metal amfetamin.

Amfetamin sering digunakan untuk mengurangi berat badan karena dapat menghilangkan rasa lapar. Amfetamin juga dapat menghilangkan rasa kantuk, sehingga sering digunakan oleh pengemudi jarak jauh untuk menguatkan ketahanan fisik dalam bekerja. Amfetamin juga sering digunakan olahragawan (doping) untuk meningkatkan prestasinya dalam pertandingan olah raga.

Bila dipakai terus menerus, amfetamin dapat menimbulkan ketergantungan fisik dengan gejala putus asa berupa rasa lemas, apatis (sikap tidak peduli), depresi, rasa nyeri pada seluruh tubuh, gerakan motorik lamban, hipersomnia (keinginan untuk selalu tidur) dan banyak mimpi.

HALUSINOGEN

Adalah zat yang dapat mengubah persepsi pikiran dan perasaan seseorang, serta menimbulkan halusinasi (khayalan). Sebagian zat tersebut merupakan zat sintetis, tetapi banyak juga yang terdapat ilmiah dan telah lama digunakan oleh berbagai masyarakat secara tradisional. Misalnya ololiuhqui  merupakan zat sintetis, tetapi banyak juga yang terdapat ilmiah dan telah lama digunakan oleh berbagai masyarakat secara tradisional. Misalnya ololiuhqui , suatu ramuan yang berasal dari tanaman spesies rivca corymbosa. Tanaman ini mengandung zat ergin (lysergic acid amide/LSA) yang tergolong hlusinogen,

Salah satu zat halusinogen lainnya adalah LSD (lysergic acid diethylamide). LSD merupakan halusinogen yang sangat kuat dan paling banyak disalahgunakan. Beberapa menit setelah pemakaian sebanyak 100-250 mikrogram akan timbul rasa pusing, rasa lemah, mengantuk, nausea serta penurunan daya presepsi secara bergelombang. Pada saat itu  pemakai menjadi sangat siaga atau menarik diri, maupun berubah-ubah antara siaga dan menarik diri. Kadang-kadang timbul rasa takut bahwa sebagian tubuhnya hilang atau berubah maupun terpecah-pecah. Pikiran dan ingatannya sangat terang , perasaannya sangat labil, mulai dari murung menjadi bahagia, dan sebliknya dari euphoria menjadi ketakutan. Sesudah  4-5 jam, pengendalian dirinya menjadi buruk. Gejala tersebut akn hilang setelah 8-12 jam. Puncak gejala tercapai pada 2-3 jam. Halusinasi dapat menyebabkan seseorang melakuhkan tindakan yang tidak rasional, misalnya melompat dari gedung tinggi (bunuh diri).

INHALANSIA danSOLYEN

Zat ini meliputi berbagai senyawa organik yang berupa gas atau cairan yang mudah menguap. Inhalansia dan solyen dalam berbagai barang keperluan rumah tangga dan kantor contohnya yaitu pelarut pada perekat lem, tiner, tipe-ex, kloroform, Freon, aseton, dan bensin. Penyalahgunaan inhalansia dan solyen terutama  terdapat pada anak-anak berumur 9-14 thn, walaupun begitu orang yang lebih tua juga ada yang melakuhkannya. Pemakaian kronis dapat merusak berbagai organ tubuh, misalnya otak, ginjal, paru-paru, jantung dan sumsum tulang.

Inhalansia dan solyen diduga hanya menyebabkan ketergantungan fisik, sedangkan ketergantungan psikologis tidak ada dan toleransi terjadi dengan cepat.

KAFEIN

Adalah zat psikoaktif yang terdapat dalam tanaman kopi arab (coffica Arabica), kopi robusta (coffea cannefora) dan coffea liberica. Kafein juga terdapat dalam daun cokelat. Selain itu juga terdapat dalam minuman ringan dan berbagai obat tertentu. Kafein meningkatkan gairah dan kesiagaan, tetapi juga menimbulkan ansietas (kecemasan).

Penulis: hidayatullahahmad

Sekedar berbagi dengan apa yang telah didapat.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s